SMK Muhammadiyah Gandeng UT

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Berau menggandeng perusahaan di bidang otomotif untuk meningkatkan kualitas keterampilan pelajarnya. Sekolah yang memiliki jurusan mekanik otomotif dan teknik bangunan tersebut tengah persiapan Ujian Nasional (UN), uji kompetensi itu salah satu penentu kelulusan siswa SMK disaat pelaksanaan UN.

“Persiapan ujian tidak hanya mendalami mata pelajaran umum yang di UN-kan, juga mendalami uji kompetensi sebagai salah satu pelajaran penentu kelulusan pelajar,” jelas Suyatmin, kepala SMK Muhammadiyah Berau.

Untuk meningkatkan kualitas pelajar, sekolah melakukan kerja sama dengan United Tractor (UT), perusahaan di daerah ini. Keuntungan yang diperoleh dari kerja sama ini adalah lulusan yang bermutu untuk menunjang sistem pembelajaran siswa. Uji kompetensi yang menghadirkan pihak industri perlu dilakukan untuk membangkitkan semangat para siswa dan menyiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja. Selain itu, juga agar pihak industri bisa melihat pelajar SMK Muhammadiyah punya kemampuan yang lebih dan siap bekerja. ”Melalui uji kompetensi mereka mempraktikkan langsung ilmu mereka. Jangan sampai setelah nanti lulus mereka tidak bisa apa-apa,” tandasnya.

Uji kompetensi mekanik otomotif ini juga bermanfaat untuk melatih skil dalam bersaing di bursa kerja di sejumlah perusahaan. Sebab, selama ini bursa kerja tenaga otomotif yang dibuka sejumlah perusahaan, kualitas tenaga kerja warga Berau sering kalah bersaing dengan tenaga kerja luar. “Kami akan menghilangkan image tersebut, dan membuktikan tenaga kerja otomotif di Berau sangat berkualitas,” ujarnya. Dikatakan, Meski SMK Muhammadiyah baru berusia 8 tahun dan memiliki sarana dan prasarana sekolah yang sangat terbatas, namun prestasi pelajar mampu bersaing dengan sekolah lain hingga ketingkat provinsi.

Hal itu terbukti dengan diraihnya sejumlah penghargaan dibidang otomotif tingkat provinsi, yang sekaligus membawa nama baik Berau sebagai sekolah kejuruan yang maju. Sekolah ini pun ditargetkannya menjadi sekolah kejuruan berstandar internasional. Karena itulah, dalam praktik otomotif, para siswa tidak saja melakukan kerja bongkar pasang mesin, tetapi juga rekayasa otomotif. Bahkan pelajar SMK sudah bisa membuktikannya dengan menghidupkan mesin mobil yang sudah puluhan tahun rusak.

Lebih jauh dia mengatakan, para guru dan pembina sekolah ini juga memperlihatkan para siswa mendapatkan pelatihan afektif. Para siswa diberi pelatihan langsung dengan kondisi kerja sesungguhnya dan tidak hanya sekadar praktik. Sarana praktik yang dimiliki SMK Muhammadiyah diantaranya bengkel otomotif dengan kelengkapan praktik lainnya.

Comments

  1. mw tanya untuk akreditas smk muhammadiya sendiri apa ?????

    ReplyDelete
  2. untuk akreditas smk muhammadiyah sendiri apa ??

    ReplyDelete

Post a Comment

Silahkan Masukan Komentar dangkita..

:::Cara mengirim komentar anda harus mempunyai account google atau url web/blog lainnya ( seperti wordpress, dll ).
:::Jika anda tidak memiliki account google atau url web/blog, maka anda dapat mengirimkan komentar anda dengan memilih pengguna "Anonymouse"